<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122</id><updated>2012-01-13T12:45:03.143+07:00</updated><title type='text'>Pondok Pakde Zul</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-5591207753277440366</id><published>2011-01-30T09:47:00.002+07:00</published><updated>2011-08-14T12:15:47.973+07:00</updated><title type='text'>Smartphone Paling 'Hijau' Saat Ini</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TUTRBlLxpgI/AAAAAAAAEB0/0x4IdWO-a04/s1600/sony+ericson.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="172" s5="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TUTRBlLxpgI/AAAAAAAAEB0/0x4IdWO-a04/s320/sony+ericson.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sony Ericsson Aspen&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pertimbangan konsumen untuk memilih smartphone mungkin lebih banyak didasarkan kepada harga, fungsi, dan desainnya. Padahal, di balik pembuatan produk, melibatkan proses praproduksi hingga pemasaran yang sedikit banyak menyedot energi, sumber daya, dan menghasilkan polusi bagi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, penilaian terhadap aspek ramah lingkungan menjadi penting di masa kini. Konsumen pun perlu tahu, produk mana yang dihasilkan secara 'hijau' dan lebih baik bagi lingkungan. Greenpeace sudah beberapa tahun rutin melakukan audit terhadap produk-produk elektronika dan melakukan pemeringkatan berdasarkan aspek-aspek lingkungan yang terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis produk. Salah satunya smartphone yang kini lagi populer dan pasarnya besar. Smartphone paling hijau versi Greenpeace tahun 2010 jatuh ke Sony Ericsson Aspen. Smartphone tersebut mengungguli 5 smartphone yang dinominasikan lainnya, yakni Nokia N8-00, Samsung GT-S8500 (Wave), HP Palm Pixi Plus, Blackberry Pearl 3G, dan Dell Aero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat Sony Ericsson Aspen diumumkan pada ajang Consumer Electronics Show 2011 di Las Vegas awal Januari 2011 beberapa waktu lalu. Smartphone ini memenuhi 4 kategori yang ditetapkan Greenpeace, yakni bebas material berbahaya, rendahnya konsumsi daya, siklus hidup produk, serta inovasi dan strategi marketingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan Greenpeace membuktikan bahwa Sony eroicsson Aspen bebas dari material beracun sperti PVC dan BFR. Smartphone seberat 130 gram yang diperkenalkan pada Februari 2010 ini juga dinyatakan bebas dari Phtalate dan Beryllium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dalam hal siklus produk seperti lamanya garansi, kemampuan untuk di-upgrade, komponen plastik terdegradasi dan post consumer, produk ini juga mendapat score tinggi. Sementara, konsumsi energi dari baterai juga tergolong rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin yang didapatkan Sony Ericsson Aspen dalam survei Greenpeace adalah 6,21. Nokia N8-00 yang ada di posisi kedua hanya memiliki point 5,7. Dengan predikat yang diraihnya, tak heran jika dalam promosinya, Sony Ericsson Aspen dikatakan terbuat dari eco friendly materials.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar soal "hijau"-nya, smartphone ini memiliki fitur lumayan. Memakai sistem operasi Windows Version 6,5, smartphone ini tersedia dalam QWERTY dan Touchscreen.Selain itu juga dilengkapi WiFi, penyimpanan sebesar 100 MB dan juga fitur media sosial seperti Facebook dan Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: KOMPAS.com&lt;br /&gt;&lt;p /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/yDKSqJn9BJY" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-5591207753277440366?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/5591207753277440366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=5591207753277440366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/5591207753277440366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/5591207753277440366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2011/01/smartphone-paling-hijau-saat-ini.html' title='Smartphone Paling &apos;Hijau&apos; Saat Ini'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TUTRBlLxpgI/AAAAAAAAEB0/0x4IdWO-a04/s72-c/sony+ericson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-1375596836265055088</id><published>2010-11-11T11:48:00.007+07:00</published><updated>2010-11-18T11:02:57.908+07:00</updated><title type='text'>Obyek Wisata Gunnung Kemukus, Sragern</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TOSk9rOaaKI/AAAAAAAAD1E/XyqWjsvMAMY/s1600/foto+gunung+kemukus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="174" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TOSk9rOaaKI/AAAAAAAAD1E/XyqWjsvMAMY/s320/foto+gunung+kemukus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Kawasan itu dikenal bukan karena keindahan alamnya. Ratusan bahkan ribuan dari berbagai kota datang ke sana hanya untuk berziarah dan ritual pesugihan. Pelaksanaan ritual sebenarnya bisa dilaksanakan setiap hari. Namun, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya membawa berkah tersendiri. Misalnya, saat malam Jumat Pon dan malam Satu Suro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes.php?id=100000073006999&amp;amp;notes_tab=app_2347471856#!/note.php?note_id=10150113873319951"&gt;Syariffuddin Mahmudsyah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi utama yang dituju para peziarah adalah makam Pangeran Samudro dan para pengawalnya. Ada beberapa versi tentang mitos Pangeran Samodro ini yang masing-masing mempunyai kepentingan sebagai alasan pembenar dalam mencapai tujuan, yaitu versi pemerintah daerah setempat, versi peziarah dan versi penduduk setempat. Berdasarkan pertimbangan bahwa versi pemerintah daerah setempat ‘sering dimuati unsur politis’, maka hanya akan dikemukakan secara ringkas versi peziarah dan versi penduduk setempat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek Wisata Ziarah Makam Pangeran Samudro yang lebih dikenal dengan sebutan "GUNUNG KEMUKUS" selalu menarik untuk diulas. Hal yang menjadikan objek wisata ini menarik adalah pandangan pro dan kontra tentang Makam Pangeran Samudro itu sendiri dan kisah yang beredar di tengah masyarakat. Ada 2 (dua) paradigma yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus. Pertama, adanya keyakinan di sebagian masyarakat bahwa apabila ingin ngalap berkah atau permohonannya terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya selama 7 (tujuh) kali dalam satu lapan (1 lapan = 35 hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma negatif ini perlu diluruskan agar para peziarah tidak terjebak dalam paradigma dan kepercayaan yang keliru. Setiap peziarah atau pengunjung yang menginginkan permohonan atau keinginannya terkabul haruslah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berdoa dan berusaha di jalan yang benar. Singkatnya, paradigma negatif yang berkembang di tengah masyarakat tersebut tidak benar adanya. Kedua, berziarah ke Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus adalah suatu kegiatan ritual yang mengandung nilai keutamaan dengan mengingat jasa dan keluhuran jiwa dari figur yang diziarahi. Dengan berziarah di tempat tersebut, manusia diharapkan untuk selalu ingat akan kematian sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berbuat kebaikan sesuai dengan keluhuran jiwa dan teladan dari figur yang diziarahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif, Obyek Wisata Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, Objek Wisata Gunung Kemukus terletak sekitar ± 29 km di sebelah utara kota Solo. Dari Sragen sekitar 34 km ke arah utara. Jarak tersebut bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kota Sragen dapat ditempuh selama ± 45 menit dengan kendaraan bermotor melewati jalan Sragen - Pungkruk/Sidoharjo - Tanon - Sumberlawang/Gemolong - Gunung Kemukus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mitos versi peziarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1478, berdirilah kerajaan Demak dengan seorang raja bernama Raden Patah. Raden Patah mempunyai putra bernama Pangeran Samodro yang berperilaku tidak terhormat karena dia jatuh cinta kepada ibunya, yaitu R.A. Ontrowulan. Ternyata cintanya itu diterima oleh ibunya. Ketika Raden Patah mengetahui hubungan mereka, Pangeran Samodro dicari dan diburu sampai di Gunung Kemukus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, R.A. Ontrowulan menjadi gila kepada anaknya sendiri, karenanya ia meninggalkan Demak untuk mencari anaknya itu. Kemudian terjadilah suatu pertemuan yang menyedihkan, dan mereka melakukan hubungan badan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang ibu dengan anaknya. Selanjutnya datanglah utusan Raden Patah yang hendak membunuh Pangeran Samodro. Lalu dibunuhnyalah Pangeran Samodro itu. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Samodro berucap: “Bagi siapa saja yang mempunyai keinginan atau cita-cita, untuk mendapatkannya harus dengan sungguh-sungguh, mantap, teguh pendirian, dan dengan hati yang suci. Jangan tergoda apa pun, harus terpusat pada yang dituju atau yang diinginkan. Dekatkan dengan apa yang menjadi kesenangannya, seperti akan mengunjungi yang diidamkan (dhemenane)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mitos versi penduduk asli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Samodro adalah putra tertua istri resmi Prabu Brawijoyo dari kerajaan Majapahit. Ketika menginjak dewasa, untuk mengumpulkan pengalaman yang akan berguna di kemudian hari, ia dilepas ke dunia luar. Beberapa tahun kemudian, Pangeran Samodro kembali ke istana dan ia jatuh cinta kepada salah seorang selir ayahnya yang bernama R.A. Ontrowulan. Cintanya itu diterima. Ketika Prabu Brawijoyo mengetahuinya, beliau sangat marah dan mengusir mereka berdua. Kemudian menetaplah mereka di Gunung Kemukus sebagai suami-istri dengan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TNt34oB5SiI/AAAAAAAAD0Q/LnW5axZpK_4/s1600/poster+di+candi+kemukus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" px="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TNt34oB5SiI/AAAAAAAAD0Q/LnW5axZpK_4/s320/poster+di+candi+kemukus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menetap di Gunung Kemukus, mereka mengembara ke daerah yang kini menjadi Kecamatan Sumber Lawang. Suatu tempat perhentian yang sangat disenangi oleh R.A. Ontrowulan adalah sebuah sumber air di kaki gunung yang saat ini dikenal sebagai Sendang Ontrowulan. Di sendang itu pula ia sering duduk dekat pohon jati dan bermeditasi sepanjang hari. Konon, sendang itu dibuatnya dengan menancapkan sebatang tongkat ke dalam tanah. Dan pohon-pohon besar yang menjadi hutan lebat di sekelingnya berasal dari bunga-bunga pengikat rambut yang jatuh ketika R.A. Ontrowulan menggoyangkan rambutnya yang panjang. Pada suatu waktu, ketika R.A. Ontrowulan pergi bermeditasi di sebuah tempat yang jauh dan untuk waktu yang lama, Pangeran Samodro jatuh sakit dan meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh penduduk desa Blorong, jenazahnya dimandikan di Sendang dan dimakamkan. R.A. Ontrowulan tidak mengetahui kejadian itu. Ketika kembali, ia mandi di Sendang dan langsung pergi ke puncak Gunung Kemukus untuk bertemu dengan suami tercinta. Namun yang dijumpainya adalah orang-orang desa yang baru saja menguburkan suaminya. Sangat sedihlah ia, dan ia pun meninggal di tempat itu. Kemudian walaupun sudah larut malam dibuatnyalah makam untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, beberapa tahun setelah meninggalnya Pangeran Samodro dan R.A. Ontrowulan, Pangeran Samodro menampakkan diri dalam penglihatan orang tertua di desa. Pangeran Samodro berpesan pada orang tua itu bahwa ia akan memenuhi keinginan setiap orang yang datang ke makamnya dengan membawa bunga, dengan syarat bahwa orang yang datang itu harus memberi kesan telah mempunyai pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah mitos Pangeran Samodro dari dua versi yang berbeda, yang rupanya ditafsirkan secara berbeda pula. Menurut keyakinan para peziarah, Pangeran Samodro adalah orang yang sering bertapa dan mempunyai kekuatan sangat besar. Untuk memperoleh hasil yang memuaskan, Pangeran Samodro menginginkan agar para peziarah datang sebanyak tujuh kali dalam waktu peziarahan dan melakukan hubungan seks dengan orang yang bukan pasangan resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tujuh kali didasarkan pada pengalaman bahwa jumlah tersebut membawa hasil atau rejeki tersendiri. Sedangkan hubungan seks dengan ‘orang yang bukan pasangan resmi’ adalah penafsiran dari kata &lt;i&gt;dhemenane&lt;/i&gt; yang ditafsirkan oleh peziarah sebagai kata &lt;i&gt;dhemenan&lt;/i&gt; yang berarti ‘pacar gelap’, yaitu laki-laki atau perempuan lain yang bukan suami atau istri (Sumiarni,1999:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam penafsiran versi penduduk setempat, walau pun ada persamaan namun sangat berbeda dalam bagian akhir dari cerita mitos tersebut. Pangeran Samodro memang memberi syarat harus adanya pasangan, tetapi tidak mensyaratkan adanya hubungan seks. Hal tersebut dianggap tidak begitu penting dan dapat dilakukan dengan aman di rumah saja. Penduduk setempat yang datang berziarah umumnya membawa pasangan resminya sendiri. Jadi bagi yang berminat mengikuti ritual di Gunung Kemukus tinggal pilih saja, mau mengikuti versi yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan itu dikenal bukan karena keindahan alamnya. Ratusan bahkan ribuan dari berbagai kota datang ke sana hanya untuk berziarah dan ritual pesugihan. Pelaksanaan ritual sebenarnya bisa dilaksanakan setiap hari. Namun, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya membawa berkah tersendiri. Misalnya, saat malam Jumat Pon dan malam Satu Suro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi utama yang dituju para peziarah adalah makam Pangeran Samudro dan para pengawalnya. Konon, Pangeran Samudro adalah seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit. Tapi ada pula yang menyebut dia dari zaman Pajang. Dia jatuh cinta kepada ibu tirinya, Dewi Ontrowulan. Ayahnya yang mengetahui hubungan anak-ibu itu menjadi murka. Pangeran Samudro lantas diusir. Dalam kenastapaannya, dia mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana. Akhirnya ia sampai ke Gunung Kemukus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, sang ibu menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Namun nahas, sebelum sempat berhubungan badan, penduduk sekitar memergokinya. Keduanya dirajam beramai-ramai hingga akhirnya tewas. Keduanya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat di gunung itu. Tapi menurut cerita, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan. Ia berujar,"siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang meyakini kuburan itu adalah milik Syeikh Siti Djenar. Dia dihukum para wali karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. "Dia dieksekusi di situ," kata KRHT Kresno Handayaningrat, tokoh budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak ada catatan sejarah mengenai sosok Pangeran Samudro. Namun, mitos telah telanjur berkembang. Orang yang mengunjungi makam Sang Pangeran dipercaya memperoleh berkah, berupa jabatan dan harta kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja menjalankan ritual pesugihan di tempat itu adalah hak masing-masing peziarah. Sayangnya, ritual itu kemudian berkembang dengan bumbu seks bebas yang dilakoni sebagian peziarah. Lagi-lagi kegiatan menyimpang tersebut dipengaruhi mitos. Pangeran Samudero juga berbuat yang sama dengan ibu tirinya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti malam adalah malam Jumat Pon. Para peziarah mulai bersiap untuk melakukan ritual pesugihan di Makam Pangeran Samudro. Sebelum memasuki arel makam, para peziarah harus mengunjungi Sendang Ontrowulan dan Sendang Taruno. Di sana, mereka membersihkan diri, seperti yang dilakukan Dewi Ontrowulan ketika akan menemui Pangeran Samudro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembersihan diri telah dilaksanakan, para penziarah menemui kuncen Sendang. Mereka meminta restu dan mengutarakan permintaan sebelum mendatangi makam. Saat itu, sebagian peziarah membawa pasangan di luar nikah. Kelak, beberapa pasangan dadakan tersebut akan berhubungan seks yang dipercaya sebagai prasyarat ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi menurut Hasto Pratomo, juru kunci atau kuncen senior makam. "Tidak ada syarat tertentu hanya bawa bunga. Dengan panduan juru kunci kita berdoa. Tawassul atau tahlil supaya dapat barokah," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tiba saatnya bagi para peziarah untuk melaksanakan ritual di makam Pangeran Samudro. Tidak ada panduan resmi, bagaimana ritual harus dilakukan. Yang jelas, para peziarah harus menyampaikan maksud kedatangan dan mengutarakan permintaan yang diinginkan. Tentu saja, tidak semua peziarah melakukan seks bebas usai melakukan ritual di makam Sang Pangeran. Namun, tak sedikit di antara mereka melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peziarah yang percaya harus melakukan seks bebas di sekitar komplek makam, tersedia kamar-kamar yang disewakan. Jika kebetulan tidak mempunyai pasangan dadakan, para penyedia jasa penyewaan kamar juga menyediakan wanita teman kencan. "Awalnya malu, tapi kalau dua kali tiga kali sudah biasa dan seperti suami isteri," Miswan, seorang peziarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos tentang seks bebas sebagai prasyarat pesugihan di Gunung Kemukus akhirnya menyuburkan prostitusi. Para pekerja seks komersial menjadi teman kencan bagi para penziarah yang tidak mempunyai pasangan. Tak ada yang melarang aktivitas seks atau sekedar minum minuman keras dan berjudi di sana. "Meski ada plang larangan judi, asusila, dan minum, buktinya tidak apa-apa," kata Wuni, seorang PSK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di sana juga tidak merasa terganggu. Apalagi, mereka mendapatkan uang dari aktivitas itu. "Pendapatan masyarakat dari sewa, jual makanan. Masalah gituan tidak ada masalah," ujar Dharmanto, kepala Dusun Kemukus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostitusi sebagai dampak mitos ritual seks bebas di Gunung Kemukus sebenarnya telah disadari pemerintah dan kepolisian Sragen. Namun, sejauh ini kedua instansi tak berdaya karena keuntungan ekonomis dari kegiatan tersebut telah menjadi sumber pendapatan warga sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, bukan berarti aktivitas itu dibiarkan. "Kita tidak mungkin melakukan secara frontal, harus ada pembelajaran yang manusiawi dengan mengangkat kesejahteraan warga," tutur Kepala Kepolisian Sragen Ajun Komisaris Besar Polisi Charles Ngili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: on Tuesday, November 9, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-1375596836265055088?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/1375596836265055088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=1375596836265055088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/1375596836265055088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/1375596836265055088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2010/11/obyek-wisata-gunnung-kemukus-sragern.html' title='Obyek Wisata Gunnung Kemukus, Sragern'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/TOSk9rOaaKI/AAAAAAAAD1E/XyqWjsvMAMY/s72-c/foto+gunung+kemukus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-2872195466139140689</id><published>2009-12-28T11:08:00.001+07:00</published><updated>2009-12-28T11:13:14.623+07:00</updated><title type='text'>Nasi Goreng Jawa Cak Atroep</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SWbjPt3kA3I/AAAAAAAAAik/6johZFiVMoY/s1600-h/nasi-goreng-jawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SWbjPt3kA3I/AAAAAAAAAik/6johZFiVMoY/s200/nasi-goreng-jawa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289164671543411570" /&gt;&lt;/a&gt;Menyusuri pusat Kota Surabaya, persisnya di Jalan Walikota Mustajab juga terdapat satu warung NGJ yang ramai dijubeli pembeli. Warung NGJ Cak Atroep, berada di sisi barat Balai Kota Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka setiap hari mulai pukul 18.30 hingga 24.00 WIB, Anda bisa mencicipinya langsung di tempat atau dibungkus untuk di bawa pulang. Bila ingin menikmati suasana malam Kota Surabaya, duduk saja di bangku yang disediakan di pinggir trotoar plus meja panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung Cak Atroep ini sudah ada sejak tahun 1955. Namun saat itu posisi warung berada di sisi seberangnya. Baru tahun 1970 pindah menetap di lokasi yang sekarang. “Sebenarnya Cak Atroep sudah jualan sejak tahun 1952. Saat itu belum menetap seperti sekarang, tapi memakai pikulan. Baru tahun 1955 menekuni usahanya di Walikota Mustajab sini,” terang Erik, juru masak warung Cak Atroep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemiliknya memang telah pensiun dan mewariskan usahanya pada putra ketiganya, Maslukhin. Namun nama Cak Atroep tetap melekat dan menjadi merek dagang warung ini. “Kalau dulu sebelum jam 12 malam kalau habis ya tutup. Kalau sekarang, selalu tepat jam 12.00 malam tutupnya,” lanjut Erik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari, dituturkan Erik, NGJ Cak Atroep menghabiskan 20 hingga 25 kilogram beras. Sedang udang segar yang dipakai campuran bumbu mencapai 2,5 kilogram. Selain menjual NGJ, warung Cak Atroep juga menyediakan mi goreng Jawa dan mi godog Jawa. Toh, yang paling banyak diminati tetap NGJ. Satu porsinya dijual dihargai Rp 8000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilannya pun sangat menggoda. Nasi goreng berwarna kecokelatan bercampur mi yang dipotong kecil dan tauge. Sebagai pelengkap ada irisan ayam goreng, telur rebus, hati dan ampela ayam goreng. Ingin lebih mantap? Imbuhi dengan acar asam pedas, irisan mentimun dan cabai di wadah yang diletakkan di meja. Konon sederet artis banyak yang singgah di warung NGJ Cak Atroep ini, mulai dari Krisdayanti, Dewa, Eva Arnaz, hingga promotor musik Log Zelebour. Pastikan Anda mampir ke sana juga. (titis jatipermata) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di Mana Mencicipi Nasi Goreng Jawa&lt;/b&gt;? &lt;br /&gt;Banyak NGJ lainnya di Surabaya ini yang bisa disinggahi, di antaranya:&lt;ul&gt;&lt;li&gt;NGJ depan pasar Genteng &lt;br /&gt;&lt;li&gt;NGJ jalan Imam Bonjol, depan Koramil &lt;br /&gt;&lt;li&gt;NGJ Simolawang, depan GOR Sahabat &lt;br /&gt;&lt;li&gt;NGJ Kraton, jalan Mulyosari &lt;br /&gt;&lt;li&gt;NGJ samping pom bensin jalan Kertajaya Indah &lt;br /&gt;&lt;li&gt;NGJ di Pujasera jalan A Yani sesudah pertigaan Siwalan Kerto, arah Waru&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sumber: Surya,Selasa, 6 Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-2872195466139140689?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/2872195466139140689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=2872195466139140689' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/2872195466139140689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/2872195466139140689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2009/12/nasi-goreng-jawa-cak-atroep.html' title='Nasi Goreng Jawa Cak Atroep'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SWbjPt3kA3I/AAAAAAAAAik/6johZFiVMoY/s72-c/nasi-goreng-jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-3462539776387707599</id><published>2009-11-21T12:03:00.003+07:00</published><updated>2009-11-21T12:24:43.021+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Ide</title><content type='html'>Saya sebetulnya sering membuat janji kepada diri sendiri untuk mengisi blog saya ini setiap bulan. Buat saya hal ini tidak gampang. Bayangkan, bagaimana ya, kalau saya diminta membuat tulisan setiap minggu, bisa kacau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berapa masalah:&lt;br /&gt;tidak ada ide; &lt;br /&gt;tidak sempat (tidak ada waktu); &lt;br /&gt;tidak mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam sambil tiduran saya punya suatu ide untuk ditulis, tetapi tidak sempat, karena ketiduran. Nah, pas bangun pagi, idenya sirna tuh, jadinya lupa sama ide. Bagusnya disempatkan untuk mencatatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-3462539776387707599?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/3462539776387707599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=3462539776387707599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/3462539776387707599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/3462539776387707599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2009/11/tidak-ide.html' title='Tidak Ada Ide'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-4763907875349577443</id><published>2009-01-22T10:31:00.003+07:00</published><updated>2009-01-22T10:50:07.526+07:00</updated><title type='text'>Yuk, Main SUDOKU!</title><content type='html'>&lt;P align=center&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.sudokuworks.com/puzzle/today.gif" height=348 width=348&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Complete the grid so that every row,&lt;br /&gt;column, and 3x3 square contain the numbers 1 to 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sudokuworks.com/DailyPuzzle.asp"&gt;Show Solution&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;a href='http://www.sudokuworks.com/DailyPuzzle.asp'&gt;Daily puzzle from www.sudokuworks.com&lt;/a&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-4763907875349577443?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/4763907875349577443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=4763907875349577443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/4763907875349577443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/4763907875349577443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2009/01/yuk-main-sudoku.html' title='Yuk, Main SUDOKU!'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-7503443665054981811</id><published>2008-03-01T10:56:00.002+07:00</published><updated>2010-09-30T12:25:30.736+07:00</updated><title type='text'>Bukan Satu-satunya</title><content type='html'>Selama ini masih banyak orang tua mengharapkan anaknya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_quotient"&gt;cerdas dengan IQ&lt;/a&gt; di atas rata-rata. Sehari-hari masih ada beranggapan anak dengan IQ di atas rata-rata itu dapat menyelesaikan pendidikan formalnya selalu termasuk yang ranking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula pakar psikologi mengembangkan suatu instrumen yang tujuannya untuk mengukur &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multiple_intelligence"&gt;tingkat kecerdasan&lt;/a&gt; (intelligence) seseorang. Dari pengukuran ini diperoleh yang dinamakan intelligence quotient (IQ). Kata quotient disini merupakan istilah matematik yang membandingkan dua tingkatan/keadaan. Jadi IQ merupakan suatu hasil bagi, yaitu angka relatif untuk menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seorang anak berusia 8 tahun mempunyai kecerdasan sama dengan kecerdasan seorang anak berusia 10 tahun. Maka IQ anak berusia 8 tahun itu (10 dibagi 8) dikali 100 sama dengan 125. Sebaliknya IQ anak yang berusia 10 tahun itu (8 dibagi 10) dikali 100 sama dengan 80. Tingkat IQ yang normal 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak dikatakan cerdas, bila mempunyai IQ di atas level normal (lebih dari 100). Dan bila mempunyai IQ di atas 130, termasuk anak superior. Kalau seseorang punya IQ di atas 140 termasuk golongan hampir atau genius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman sehari-hari, kita sering menjumpai mahasiswa saat kuliah indeks prestasinya biasa-biasa saja, sekedar cukup. Tapi ia berhasil dalam pekerjaan dan bahagia dalam hidupnya. Tidak sedikit pula mahasiswa dengan IQ tinggi, saat kuliah indeks prestasinya selalu baik atau bahkan amat baik dan tentunya sukses dalam studi. Tapi ternyata ia kurang berhasil dalam pekerjaan dan karier. Ternyata IQ itu bukan yang utama yang menentukan keberhasilan hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, ada bentuk kecerdasan (intelligence) lain yang ikut menentukan keberhasilan hidup seseorang. Kecerdasan yang selama ini kita kenal, untuk selanjutnya disebut kecerdasan intelektual (intellectual intelligence), sehari-hari orang sering menyebutnya dengan IQ. Kecerdasan intelektual bisa membuat orang pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kecerdasan yang lain, adalah kecerdasan emosional (emotional intelligence) dan kecerdasan spiritual (spiritual intelligence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari, sering orang salah kaprah menyebut kecerdasan emosional dengan emotional quotient, disingkat EQ. Hingga sekarang, belum ada suatu instrumen yang bisa mengukur secara eksak tingkat kecerdasan emosional seseorang untuk menghasilkan yang dinamakan EQ. Tapi kecerdasan emosional ada pada seseorang yang ciri-cirinya mempunyai self awareness,  self regulation, empati, motivasi, dan social skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan emosional banyak diyakini bisa membuat orang mampu mengendalikan diri. Kecerdasan emosional dapat ditingkatkan dengan jalan membaca buku yang menggugah, belajar langsung dari orang lain. Atau mengkuti pelatihan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, banyak orang yang salah kaprah menyebut kecerdasan spiritual dengan mengatakan spiritual quotient (SQ). Karena belum ada suatu instrumen yang bisa mengukur SQ seseorang. Walau belum bisa diukur secara eksak, orang yang mempunyai kecerdasan spiritual ciri-cirinya mempunyai rasa ketuhanan, cinta, pengabdian, kepudulian pada sesama, rasa estetika, kemampuan melihat kedepan (visi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan spiritual diyakini sebagai kecerdasan tertinggi. Dengan kecerdasan spiritual, orang mampu membuat hidupnya bermakna. Orang yang mempunnyai dimensi spiritual, biasanya selalu bertanya 'mengapa'. Mengapa ia harus mengerjakan ini, mengapa ia harus menjauhi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya mencoba memberi ilustrasi sederhana. Seorang mahasiswa fakultas teknik yang mempunyai IQ tinggi dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, delapan semester dengan indeks prestasi di atas 3,5. Bahkan ia bisa selesai lebih cepat. Karena mempunyai IQ tinggi dan indeks prestasi di atas 3,5 sebagai sarjana teknik ia mudah mendapat peluang pekerjaan. Atau bahkan ia bisa  menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuka usaha menengah kecil. Sedangkan kecerdasan emosional (EI) membimbingnya bekerja dengan ulet dan tekun membesarkan usahanya. Kalau niat membesarkan usahanya hanya karena uang demi mencari profit semata untuk memperkaya diri, maka berarti kecerdasan spiritualnya (SI) masih pada tataran rendah. Bila mempunyai tingkatan SI tinggi, maka ia berupaya agar usahanya dapat memberi manfaat pada banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, yang saya peroleh dari berbagai sumber. Bagaimana menurut Anda, any comment or no comment.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-7503443665054981811?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/7503443665054981811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=7503443665054981811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/7503443665054981811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/7503443665054981811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2008/03/bukan-satu-satunya.html' title='Bukan Satu-satunya'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-8775271483655823149</id><published>2007-09-28T13:44:00.000+07:00</published><updated>2007-09-28T13:46:55.870+07:00</updated><title type='text'>Awal Semester</title><content type='html'>Semester genap di kampus saya mengajar  telah dimulai awal September 2007. Seperti tahun-tahun sebelumnya, minggu pertama biasanya belum ada mahasiswa yang hadir. Alasannya, mahasiswa lama sedang mengisi Kartu Rencana Studi. Mereka baru bisa mengisi KRS kalau sudah memenuhi semua persyaratan administrasi, terutama sudah membayar SPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pada semester gasal ini, saya sengaja masuk di kelas  (semester 5) pada minggu kedua, dan saya menghadapi lima orang mahasiswa. Saya tidak tahu apa jumlahnya memang cuma lima atau masih ada yang belum hadir. Biasanya mahasiswa lama yang mengulang mata kuliah saya merasa tidak perlu mengikuti kuliah lagi, mereka langsung ikut ujian tengah semester.  Untuk mengikuti ujian semester, saya tidak memperhitungkan jumlah kehadiran kuliah mereka. Asal merasa siap, sah-sah saja mereka ikut ujian, baik yang tengah atau yang akhir semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus saya mengajar ada kelas pagi dan kelas sore. Kelas sore, mahasiswanya jauh lebih banyak, bisa sampai lebih dari  50 orang. Kebanyakan mahasiswa sore sudah kerja. Mereka banyak yang kerja di swasta, pulang kerjanya di atas pukul 16.00. Meskipun dijadwal dicantumkan kuliah sore dimulai pukul 17.00, kebanyakan mereka baru bermunculan di atas pukul 18.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak enak, kalau saya kebagian mengajar pukul 19.30. Biasanya sebelum masuk kelas saya harus menunggu giliran mengajar, karena ada dosen lain mengajar mereka. Pas tiba giliran saya, mahasiswanya tinggal dua sampai lima orang saja. Yang lain tentunya kabur begitu kuliah sebelum saya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah yang saya bina bobotnya tiga sks. Tatap muka untuk satu sks-nya lamanya 50 menit, jadi untuk tiga sks diperlukan waktu tiga dikalikan 50 menit. Berarti kuliah saya baru akan berakhir pukul 22.00. Kampus sudah sepi sekitar pukul 21.00, kantor tata usaha sudah tutup dan mahasiswa pada kabur entah kemana. Saya pun menyesuaikan diri, biasanya kuliah saya akhiri sebelum pukul 21.00.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-8775271483655823149?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/8775271483655823149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=8775271483655823149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/8775271483655823149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/8775271483655823149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2007/09/awal-semester.html' title='Awal Semester'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-116909529669521203</id><published>2007-01-18T11:37:00.001+07:00</published><updated>2007-04-23T11:09:54.164+07:00</updated><title type='text'>Konsultan Dadakan</title><content type='html'>Banyak yang tidak tahu kalau saya ini pernah jadi dosen. Jadi saya berpengalaman menjadi dosen wali. Yang tugasnya antara lain membantu mahasiswa ketika mau mengisi Kartu Rencana Studi di awal semester. Selain itu memberi konseling pada mahasiswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan studinya, memilih judul tugas akhirnya. Atau sering pula menjadi tempat curhat mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pengalaman lain, menjadi dosen pambimbing tugas akhir -- skripsi di jurusan sosial. Tugasnya, ya mengarahkan mahasiswa menyelesaikan penyusunan tugas akhir sampai nanti pada di seminar dan ujian lisannya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kira-kira sepuluh tahun lalu, saya pernah juga mengasuh kolom Klinik Elektronika di koran &lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt;. Disini saya menjawab pertanyaan dari pembaca seputar &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; elektronik. Dari &lt;a href="http://isklinik.blogspot.com/"&gt;pengalaman&lt;/a&gt; ini saya maunya belajar lebih banyak lagi. Terima kasih pada Jawa Pos yang telah memberi kesempatan pada saya menjadi konsultan. Maksud saya konsultan dadakan, gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sekarang di blog ini saya mau berbagi dengan Anda, barangkali ada yang mencari solusi atau tempat curhat, ungkapkan saja pertanyaan, masalah, pendapat, kritik, saran, atau curhat Anda, e-mail ke iskzkarnain@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Maaf saja, kalau jawaban saya belum berkenan di hati Anda, namanya juga konsultan dadakan, maksud saya konsultan baru belajaran.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;This front page is under continuous improvement, and hopefully can still be done accordingly&lt;/font&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-116909529669521203?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/116909529669521203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=116909529669521203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116909529669521203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116909529669521203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2007/01/konsultan-dadakan.html' title='Konsultan Dadakan'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-116484597387413359</id><published>2006-11-30T06:47:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T08:45:16.496+07:00</updated><title type='text'>Mengunjungi Orang Sakit</title><content type='html'>Saya pernah mengalami rawat inap dirumah sakit. Ruang yang saya tempati untuk dua orang pasien. Sehingga saya sempat mengamati perilaku penjenguk orang sakit, baik yang mengunjungi saya, atau yang mengunjungi teman sekamar. Berikut ini  beberapa tips yang saya peroleh dari internet yang mungkin berguna bagi rekan-rekan yang ingin mengunjungi orang sakit.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bersikap sopan dan ramah.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Memakai pakaian yang layak, sopan dan tidak mengundang syahwat. Gile aja kalau datang pakai pakaian yang vulgar, bisa-bisa mengganggu konsentrasi sang pasien, atau malah bikin yang nunggu jadi kelabakan.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Memberikan bantuan jika dibutuhkan. Memberi bantuan semampu kita, nggak perlu dibuat-buat atau dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak mengganggu pasien dan penunggunya di rumah sakit atau klinik. Orang sakit itu nggak enak, saya udah pernah, udah nggak enak rasanya, masih ditambah digangguin, jadi malah bikin tambah susah.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jangan berkunjung jika yang sakit sedang tidur atau istirahat. Orang sakit biasanya butuh istirahat yang cukup. Kalau sedang istirahat malah diganggu bisa-bisa malah nggak sembuh-sembuh.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mendoakan si sakit agar cepat lekas sembuh. Sebagai makhluk beragama kita mesti selalu mendoakan siapa saja, termasuk teman atau kerabat yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Niat berkunjung dengan ikhlas dan dengan itikad yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak membawa makanan yang dilarang bagi si sakit.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak menakut-nakuti yang sedang sakit akan penyakit yang diderita.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan tindak kejahatan. Kalau datang ke rumah sakit, menjenguk pasien sembari mengambil satu paket buah-buahan dan kue, atau malah menguras isi dompet pasien, atau melecehkan pasien, bisa-bisa pulang langsung masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menghibur si sakit.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak perlu menanyakan sakitnya. Kalau pasien ingat sakitnya, bisa-bisa secara psikologis si pasien jadi semakin sakit. Mending nggak usah tanya-tanya, kecuali diceritain langsung oleh yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;Jadi kalau boleh saya simpulkan, mengunjungi saudara atau rekan yang sedang sakit harus didahului niat yang tulus dan jangan sekali-sekali menyusahkan yang sakit, kalau bisa membantu meringankan sakit dengan menghibur atau bantuan lain yang mungkin diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;: &lt;a href="http://organisasi.org/"&gt;Organisasi.Org&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-116484597387413359?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/116484597387413359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=116484597387413359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116484597387413359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116484597387413359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2006/11/mengunjungi-orang-sakit.html' title='Mengunjungi Orang Sakit'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-116113273210171273</id><published>2006-10-18T07:34:00.000+07:00</published><updated>2006-11-22T10:21:31.753+07:00</updated><title type='text'>Cara Gampang Menulis Artikel Kiat</title><content type='html'>&lt;em&gt;Pas saya berhasrat menjadi penulis lepas, saya ketemu dengan artikel ini. Barangkali Anda memerlukan juga, maka saya tampilkan artkel itu disini. Semoga bermanfaat.(iskz)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menjadi 'penulis lepas' adalah cita-cita yang nyaman. Hobi yang bisa mendatangkan uang ini bisa dikerjakan di rumah dan bisa menjadi pekerjaan sambilan hampir tanpa modal.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tak heran jika di banyak negara, penulis artikel &lt;em&gt;freelance&lt;/em&gt; untuk koran dan majalah tetap menjadi jenis pekerjaan favorit bagi kaum perempuan meski mereka telah merambah ke banyak profesi. Ibu-ibu muda bisa mencari nafkah dari rumah seraya mengaktualisasikan dan mengekspresikan diri.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kian banyak majalah membutuhkan artikel dari &lt;em&gt;freelancer&lt;/em&gt;. Banyak media bersaing di segmentasi yang kian ketat serta dikelola oleh tim yang makin kecil dan karenanya membutuhkan pasokan tulisan dari &lt;em&gt;freelancer&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tidak semua artikel di majalah bersifat serius seperti komentar politik, budaya atau sosial. Di tengah luasnya bahan bacaan, yang membuat banyak orang merasa 'terlalu banyak sehingga tak terbaca', tulisan-tulisan yang pendek dan bersifat praktis kian digemari. Inilah yang menjelaskan kian populernya majalah-majalah praktis seperti bagaimana menata rumah, bertaman, dan mengelola keuangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tradisi &lt;em&gt;freelancer&lt;/em&gt; belum banyak berkembang di Indonesia. Honor tulisan di koran atau majalah relatif kecil. Yang pertama-tama bisa dilakukan penulis pemula adalah memperluas pemuatan artikel. Salah satunya dengan menganekaragamkan jenis artikel yang ditulis.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada beberapa jenis yang paling banyak muncul di koran atau majalah, tapi yang paling populer adalah: artikel kiat (&lt;em&gt;how to&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dalam artikel kiat, Anda menunjukkan kepada pembaca bagaimana melakukan sesuatu. Artikel jenis ini bisa menjadi cara efektif penyebaran pengetahuan dan ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari memasak sampai mendidik anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Contoh klasik artikel kiat adalah tulisan yang dimuat di rubrik dapur atau memasak. Atau panduan pemakaian (&lt;em&gt;user's guide&lt;/em&gt;) dalam kemasan setiap barang yang kita beli termasuk meminum obat batuk misalnya: tiga kali sehari, satu sendok makan, ditelan satu jam setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tapi, topiknya bisa jauh lebih luas dari itu: bagaimana berkebun anggrek, mencuci karpet, mengajak anak menyukai musik klasik, menggunakan kartu kredit secara bijaksana, membersihkan busi sepeda motor, bagaimana menghadapi dan mendidik anak penderita autis, bagaimana mengisi formulir pajak, bagaimana menulis cerpen, bagaimana membuat website sendiri, hingga bagaimana menjual rumah secara fektif.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Profesor pun perlu dipandu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Artikel seperti ini cenderung makin populer karena orang, betapapun pintarnya, ingin tahu bagaimana mengerjakan sesuatu dari orang lain. Bahkan seorang profesor fisika, misalnya, sering harus dipandu untuk melakukan hal-hal sederhana seperti memperbaiki kran air yang mampet.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Orang bisa menulis artikel seperti ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sendiri yang benar-benar dikuasainya. Itu sebabnya bisa ditulis oleh siapapun: dokter, arsitek, pengacara, montir mobil, pialang saham, guru, ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Banyak orang memiliki pengalaman, ketrampilan dan pengetahuan spesifik yang berguna bagi orang lain. Tapi, bagian tersulit, bagi orang yang tidak terbiasa, adalah menerjemahkan itu semua dalam tulisan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jebakan seorang "pakar"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Artikel kiat harus ditulis sederhana dan dengan bahasa populer. Salah satu jebakan bagi seorang "pakar" adalah menganggap semua orang punya level pengetahuan yang sama dengan dirinya atau tidak cukup punya kesabaran untuk menjelaskan pada orang 'awam': terlalu banyak istilah teknis, kadang dalam bahasa asing, atau jargon dan akronim yang hanya dipahaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Artikel kiat harus bisa dibaca oleh siapa saja dan justru dimaksudkan untuk memandu pembaca yang awam dalam bidang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana memulai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cara berlatih menulis artikel seperti ini adalah dengan mulai menulis untuk topik yang sederhanya, misalnya, panduan membuat nasi goreng saus udang untuk pembantu rumah tangga Anda yang baru.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Atau menulis topik lain yang benar-benar Anda kuasai, lalu sodorkan pada teman atau kerabat Anda yang paling tidak akrab dengan topik itu. Anda belum berhasil jika masih terlalu banyak pertanyaan yang mereka ajukan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Anda harus membuat "instruksi" sederhana namun cukup spesifik. Panjang (berapa cm), panas (berapa derajat celcius), pagi (antara jam berapa sampai berapa) dan seterusnya. Pakailah istilah sehari-hari. Buatlah ilustrasi yang akrab dengan pembaca. Jika panduan Anda melibatkan serangkaian langkah, berikan nomor dari tiap langkah. Jika perlu gunakan gambar, foto atau ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari tulisan ke video&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa banyak belajar dengan meniru dari apa yang dilihat. Panduan seringkali lebih efektif disampaikan lewat gambar dan video. Jika Anda punya kamera video, gabungkan ketrampilan Anda menulis dengan membuat video sederhana untuk topik-topik tadi. Anda akan kesulitan membuat video seperti itu jika tidak pertama-tama membuat &lt;em&gt;script&lt;/em&gt; atau skenario yang bertumpu pada kemampuan menulis.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya tidak tahu apakah ada 'ceruk pasar' video kiat di televisi kita. Namun, dengan maraknya stasiun televisi, makin banyak jam siar yang harus diisi. Dan pasokan dari para &lt;em&gt;freelancer&lt;/em&gt; makin dibutuhkan. Anda bisa mengimbangi jenuhnya tayangan infotainment dan sinetron buruk dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bermanfaat yang disampaikan dengan cara menghibur, sederhana, dan memudahkan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jangan takut atau malu untuk menulis hal-hal sederhana dan nampaknya sepele, jika yakin karya itu bermanfaat bagi khalayak.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Farid Gaban&lt;/em&gt;, Kantor &lt;a href="http://www.penaindonesia.com/"&gt;Berita Pena Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;[naskah ini ditulis dengan semangat "copy left", boleh dibajak dan disebarluaskan secara cuma-cuma]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-116113273210171273?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/116113273210171273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=116113273210171273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116113273210171273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116113273210171273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2006/10/cara-gampang-menulis-artikel-kiat.html' title='Cara Gampang Menulis Artikel Kiat'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35890122.post-116062695049695071</id><published>2006-10-12T11:13:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T07:33:33.423+07:00</updated><title type='text'>Kertas buram, dirobek jangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Kita biasanya baru ingat pada kertas buram ketika dalam ujian tulis, baik ujian tengah semester atau ujian akhir semester. Kertas buram biasanya kertas stensil yang kualitasnya di bawah kertas folio. Semua sudah pada tahu apa gunanya kertas buram. Kalau sudah selesai, biasanya diremas-remas bahkan dirobek-robek dan langsung dibuang ke keranjang sampah. Kalau boleh saya sarankan, kertas buram jamgan dirobek-robek. Kadang kita menyesal, setelah ingat ada yang perlu dipelajari lagi. Kita harus reka ulang robekan-robekan itu menjadi satu. Sulit, kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya masih memerlukan kertas buram. Begitu mendapat inspirasi, misalnya membuat draft surat, menulis persiapan mengajar, menyusun materi pembelajaran, membuat soal ujian semester, menulis artikel dan lain-lain, Saya langsung mengambil kertas buram. Tentu saja, saya hanya menuangkan outline saja. Sudah itu, baru saya pindah ke laptop untuk mengetikkan isi otak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya termasuk orang yang telat mikir, atawa telmi. Pada waktu merancang sebuah website, saya pun banyak menghabiskan kertas buram. Petama-tama untuk menuliskan algoritma dan program HTML. Kemudian mengetikkan dengan notepad atau wordpad. Untuk melakukan pengecekan, saya print pada kertas buram. Baru saya uji coba dengan &lt;em&gt;brouwser&lt;/em&gt; secara &lt;em&gt;off line&lt;/em&gt;. Setelah setelah semuanya OK, baru saya transfer ke webhost dengan &lt;em&gt;file transfer protocol&lt;/em&gt;. Jelas, saya memanfaatkan jasa webhost yang gratisan, yaitu www.tripod.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu, hampir sepuluh tahun yang lalu. Hasilnya dapat Anda lihat di &lt;a href="http://zkarnain.tripod.com/"&gt;PadepokanVirtual&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dengan adanya weblog, merancang website, lebih dikenal sebagai weblog atau dengan singkat blog, menjadi lebih gampang. Sebetulnya pada 2003 saya pernah mencoba membuat blog. Tapi, mungkin karena sudah terbiasa dengan HTML, saya merasa kreativitas saya terbelenggu. Akhirnya saya menjadi jemu, dan blog saya mangkrak sampai sekarang. Meskipun tidak pernah dilakukan &lt;em&gt;up date&lt;/em&gt;, blog saya itu masih bisa diakses, artinya masih melayang-layang di &lt;em&gt;cyber space&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, banyak tokoh dan pesohor yang membuat blog pribadi, saya jadi ingin ikutan merenovsi blog saya. Tapi, saya lupa &lt;em&gt;user name&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;password&lt;/em&gt;, maka saya mendaftarkan diri sebagai pendatang baru. Dan jadilah blog baru dengan nama &lt;strong&gt;kertas buram&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, saya gunakan blog &lt;strong&gt;kertas buram&lt;/strong&gt; ini dalam rangka proses pembelajaran untuk menjadi penulis lepas dengan jalan mengenal dan memahami blogger ini terlebih dulu. Selanjutnya, saya berobsesi untuk membangun sebuah blog pembelajaran guna menunjang perkuliahan agar mejadi lebih efisien dan efektif.(iskz)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35890122-116062695049695071?l=zkarnain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zkarnain.blogspot.com/feeds/116062695049695071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35890122&amp;postID=116062695049695071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116062695049695071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35890122/posts/default/116062695049695071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zkarnain.blogspot.com/2006/10/kertas-buram-dirobek-jangan.html' title='Kertas buram, dirobek jangan'/><author><name>Iskandar Z. Karnain</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13672746460999853864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_eCeyyUTUwNI/SdQ8lAfMu_I/AAAAAAAAA4E/-AoW2DWkiNQ/S220/my+profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
